Pemkot Bima Dukung Program PROKOHESI Untuk Bangun Masyarakat Tangguh Dan Harmonis

Pemerintah Kota Bima mengadakan rapat koordinasi bersama The Habibie Center dan Nusatenggara Center (NC) untuk membahas pelaksanaan Program Memperkuat Ketahanan Masyarakat dan Mantan Napiter untuk Mencegah Ekstremisme Berkekerasan dan Mempromosikan Kohesi Sosial atau PROKOHESI. Kegiatan berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima, Selasa (3/3/2026).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME., yang didampingi Direktur Eksekutif Nusatenggara Center (NC), Prof. Dr. H. Kadri, M. Si., dan dihadiri sejumlah kepala OPD terkait seperti Kesbangpol, Diskominfotik, Dikpora, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, serta unsur Forkopimda

Dalam paparannya, Direktur Eksekutif NC menjelaskan bahwa PROKOHESI dirancang untuk memperkuat ketahanan sosial dan mendorong reintegrasi sosial mantan napiter melalui pembinaan, edukasi, dan fasilitasi keterampilan agar mereka dapat berkontribusi positif di masyarakat.

Setda Kota Bima menyatakan dukungan penuh terhadap program ini sebagai langkah konkret mencegah penyebaran paham ekstremisme dan radikalisme dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. 

Program PROKOHESI diharapkan menjadi model penguatan ketahanan sosial di wilayah Nusa Tenggara pada umumnya dan mempertegas komitmen Kota Bima dalam menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan perdamaian. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dialog dan diskusi bersama seluruh peserta rapat.

Dengan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Bima, The Habibie Center, dan Nusatenggara Center, harapannya masyarakat Kota Bima akan menjadi lebih tangguh, harmonis, dan mampu menangkal berbagai bentuk ekstremisme serta radikalisme.