Rapat Digelar, Pemkot Bima Intensifkan Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Lonjakan Kasus Campak
Prokopim Kota Bima, 04 Maret 2026
Pemerintah Kota Bima menunjukkan keseriusannya dalam merespons meningkatnya kasus suspek campak yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini bukan hanya menjadi perhatian di tingkat daerah, namun juga menjadi isu nasional bahkan mendapat atensi dunia internasional.
Rapat Koordinasi Pencegahan, Penanggulangan dan Antisipasi Meningkatnya Kasus Suspek Campak dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs H M Fakhrunraji, M.E dan digelar di Aula Maja Labo Dahu Kota Bima, Rabu (04/03/2026).
Rakor tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima Syarifuddin, S.Sos., M.PH, Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesos Hj. Suharni, S.E, para Kepala Puskesmas, Camat, hingga Lurah se-Kota Bima.
Dalam laporannya, mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Syarifuddin, S.Sos., M.PH menyampaikan bahwa rendahnya cakupan vaksinasi campak menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko penularan. Selain itu, kondisi gizi anak yang kurang juga membuat mereka lebih rentan terpapar.
Data menunjukkan tren peningkatan kasus yang cukup signifikan. Pada November tercatat 19 kasus, meningkat menjadi 30 kasus pada Desember. Memasuki Januari jumlahnya melonjak menjadi 161 kasus, pertengahan Februari berada di kisaran 280–333 kasus, dan hingga Maret 2026 total tercatat 336 anak di Kota Bima terlapor sebagai suspek campak.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bima berencana memperluas cakupan vaksinasi tambahan atau Supplementary Immunization Activities (SIA), sebagaimana direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan prioritas pada kelompok anak yang berisiko tinggi.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa merebaknya suspek campak di wilayah Kota Bima harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Ia meminta dilakukan pemetaan kasus secara detail hingga tingkat kelurahan agar intervensi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
“Penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi, mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, posyandu, hingga perangkat kelurahan. Edukasi kepada orang tua juga menjadi kunci agar anak-anak kita mendapatkan perlindungan imunisasi secara lengkap." Tegasnya.
Rakor ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memastikan upaya pencegahan berjalan optimal demi melindungi generasi Kota Bima dari risiko penyakit campak.