SI CERAH Kota Bima Tembus Ajang Global, Inovasi Donor Darah Dilombakan di Guangzhou International Award for Urban Innovation

Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi pelayanan publik dengan secara resmi mendaftarkan inovasi SI CERAH (Celengan Darah) pada ajang internasional The 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation.

Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis Kota Bima dalam membawa inovasi daerah ke panggung global.

Proses pendaftaran dan penyusunan dokumen inovasi ini diinisiasi dan difasilitasi oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Bima bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bima sebagai leading sektor inovasi.

SI CERAH merupakan inovasi yang digagas oleh Bidan Parmila sebagai inovator, yang berangkat dari pengalaman nyata di lapangan dalam menangani keterbatasan ketersediaan darah, khususnya pada kasus-kasus darurat. Inovasi ini menghadirkan pendekatan berbasis masyarakat melalui sistem pendonor terjadwal dan mekanisme barter darah, sehingga mampu mempercepat akses layanan serta meningkatkan kepedulian sosial masyarakat terhadap donor darah.

Tidak hanya berdampak di Kota Bima, implementasi SI CERAH juga telah direplikasi di beberapa daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi ini memiliki nilai kebermanfaatan yang luas, adaptif, serta berpotensi untuk diterapkan di berbagai wilayah dengan tantangan serupa.

Ajang Guangzhou Award sendiri merupakan platform global yang bertujuan untuk mempercepat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik antar kota di dunia. Inovasi yang diikutkan dinilai berdasarkan kebaruan kebijakan, strategi, model bisnis, kemitraan, pemanfaatan teknologi, serta tata kelola yang efektif.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Bima menyampaikan bahwa keikutsertaan Kota Bima dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya mendorong inovasi daerah agar mampu bersaing dan diakui di tingkat internasional.

“Keikutsertaan SI CERAH dalam Guangzhou Award bukan hanya tentang kompetisi, tetapi bagaimana Kota Bima dapat berbagi praktik baik sekaligus belajar dari inovasi kota lain di dunia. Ini adalah langkah penting untuk membawa inovasi daerah ke level global,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, Guangzhou Award menekankan pada proses pembelajaran antar kota (city-to-city learning), di mana setiap peserta didorong untuk berbagi tidak hanya keberhasilan, tetapi juga proses, tantangan, dan pembelajaran dalam perjalanan inovasinya. Hal ini memberikan peluang bagi Kota Bima untuk tidak hanya memperkenalkan SI CERAH, tetapi juga menyerap pengalaman global guna memperkuat kualitas inovasi daerah.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., menyampaikan apresiasi tinggi kepada para inovator daerah, tenaga kesehatan, serta BRIDA Kota Bima yang telah membawa inovasi SI CERAH hingga ke tingkat internasional.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah menghadirkan inovasi ini. SI CERAH bukan hanya solusi lokal, tetapi telah menunjukkan potensi sebagai inovasi yang dapat memberi manfaat lebih luas,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota berharap keikutsertaan dalam ajang ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah.

“Ke depan, Pemerintah Kota Bima akan terus mendorong tumbuhnya iklim inovasi yang kolaboratif dan berkelanjutan. Kami ingin lebih banyak inovasi lahir dari daerah, menjawab kebutuhan masyarakat, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Melalui partisipasi ini, Pemerintah Kota Bima optimis bahwa inovasi SI CERAH dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain sekaligus memperkuat posisi Kota Bima sebagai daerah yang aktif dan progresif dalam mendorong inovasi pelayanan publik