Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima Dorong Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria Jadi Kawasan Pengendali Banjir Sekaligus Pusat Aktivitas dan Ekonomi Baru Masyarakat

Prokopim Kota Bima, 11 Mei 2026 - Wali Kota Bima, H. A. Rahman bersama Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan menghadiri kegiatan Pemaparan Final Design Pelaksanaan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria yang merupakan bagian dari Program Ketahanan Banjir Perkotaan atau National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), pada Senin, (11/5) bertempat di Ruang Rapat Wali Kota Bima. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan perkotaan yang berdaya guna, berdaya tarik, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Turut hadir mendampingi Kepala Daerah dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten II Setda Kota Bima, Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, para Camat, serta para Lurah. Hadir pula Team Leader Konsultan Kautsar Semesta Abadi, PT Antusias Raya, PT Geodinamik Konsultan, Project Manager PT Bahagia Bangunnusa, Pengawas Lapangan Sungai dan Pantai I SNVT PJSA NT I Provinsi NTB, serta Konsultan Pengawasan World Bank selaku para pihak yang memaparkan desain final pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria.

Kegiatan diawali dengan pemaparan desain final yang menjelaskan konsep pembangunan kolam retensi sebagai infrastruktur pengendali banjir modern yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana mitigasi bencana, tetapi juga sebagai ruang publik terpadu yang mendukung wajah baru kawasan pesisir Kota Bima. Dalam pemaparannya, konsultan menjelaskan bahwa kawasan tersebut dirancang dengan pendekatan ramah lingkungan, estetika perkotaan, serta konektivitas kawasan yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Bima dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas desain final Kolam Retensi yang memperhatikan aspek penting yang sesuai dengan arah pembangunan Kota Bima serta menitipkan pesan bahwa pembangunan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bima, baik dari sisi pengendalian banjir maupun dari sisi peningkatan kualitas kawasan kota. Menurutnya, proyek strategis ini harus menjadi simbol perubahan Kota Bima menuju kota yang lebih tertata, aman, nyaman, dan produktif.

“Pembangunan ini bukan hanya tentang infrastruktur semata, tetapi bagaimana kita menghadirkan kawasan yang mampu melindungi masyarakat dari ancaman banjir sekaligus membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM, sektor wisata, dan aktivitas publik lainnya,” ujar Wali Kota Bima.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam memastikan pelaksanaan proyek berjalan optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia berharap kawasan Kolam Retensi Amahami dan Taman Ria nantinya dapat menjadi destinasi baru Kota Bima yang hidup, inklusif, dan menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui hadirnya ruang-ruang usaha baru bagi pelaku UMKM, kawasan kuliner, ruang interaksi masyarakat, hingga pengembangan wisata perkotaan yang mampu menarik minat pengunjung.

Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program NUFReP sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan kota terhadap risiko banjir sekaligus menciptakan pembangunan kawasan yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, konsultan, pelaksana proyek, serta dukungan World Bank diharapkan mampu melahirkan kawasan baru yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi ikon pembangunan dan kebanggaan masyarakat Kota Bima.