Hadiri Rakor TPID se-NTB, Wakil Wali Kota Paparkan Strategi Pengendalian Harga TPID Kota Bima Jelang Idul Adha

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan agenda utama pembahasan pengendalian harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 H/2026. Kegiatan berlangsung di Kota Mataram pada Selasa (12/5).

Rapat koordinasi ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTB, para Bupati/Wali Kota se-NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Kepala Badan Pusat Statistik NTB, unsur Forkopimda, instansi vertikal, kepala perangkat daerah, serta seluruh anggota TPID se-Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi NTB menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan atas terjaganya stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Adha. Ia menegaskan bahwa kondisi inflasi di NTB saat ini masih dalam kategori terkendali.

Sekda Provinsi NTB juga menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor untuk memastikan ketersediaan bahan pangan serta menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya. “Mari memastikan harga tetap stabil dan pasokan pangan tersedia agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bima memaparkan kondisi harga komoditas strategis serta langkah pengendalian inflasi yang dilakukan TPID Kota Bima.

Melalui Dinas Koperindag, TPID Kota Bima secara rutin melaksanakan pengawasan harga harian di Pasar Raya Amahami dengan pemantauan terhadap 32 bahan pangan pokok yang mencakup 51 jenis komoditas.

Dari hasil pemantauan, terdapat 17 komoditas pangan strategis yang berpotensi mengalami fluktuasi harga menjelang Idul Adha, di antaranya beras, cabai, gula, ikan, dan bawang merah.

Data pemantauan periode April–Mei 2026 menunjukkan Kota Bima mulai memasuki fase tekanan harga, dimana 7 komoditas mengalami kenaikan, 3 komoditas menurun, dan sisanya relatif stabil. Kondisi ini menjadi sinyal awal meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.

Wakil Wali Kota Bima menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bima telah menyiapkan langkah konkret pengendalian inflasi menjelang HBKN Idul Adha 2026, antara lain: (1) Penguatan Koordinasi TPID, (2) Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah (GPM), (3) Jaminan Pasokan Antar Daerah, (4) Stabilisasi Pasokan Daging Sapi, (5) Intensifikasi Pemantauan Harga, (6) Pengawasan Distribusi dan Pencegahan Penimbunan, serta (7) Komunikasi Publik Aktif.

“Operasi pasar dilaksanakan di tujuh kelurahan bekerja sama dengan Perum Bulog Bima, BUMN, dan distributor lokal dengan menyediakan beras, gula, minyak goreng, telur, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya di bawah harga pasar. Kegiatan puncak GPM dijadwalkan pada H-3 Idul Adha (24 Mei 2026) dengan sasaran masyarakat berpenghasilan rendah”, demikian penyampaian Wakil Wali Kota.

TPID Kota Bima juga memperkuat koordinasi pasokan pangan dengan Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa, Lombok Timur hingga Bali guna menjamin ketersediaan telur, beras, cabai, dan komoditas hortikultura.

Wakil Wali Kota Bima menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan kerja bersama seluruh pihak. “Pemerintah Kota Bima berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan tetap aman menjelang Idul Adha. Langkah antisipatif dilakukan sejak dini agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang,” ujar Feri Sofiyan, SH.

Melalui sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, Forkopimda, serta seluruh anggota TPID, diharapkan stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Provinsi NTB, khususnya Kota Bima, tetap terjaga menjelang HBKN Idul Adha 1447 H.