Sekda Kota Bima Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif
Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kota Bima pada Minggu (14/6/2026) di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Polres Bima Kota, Kodim 1608/Bima, kepala perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Kota Bima, Kepala BPS Kota Bima beserta jajarannya, serta seluruh petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas melakukan pendataan di seluruh wilayah Kota Bima.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Bima atas berbagai persiapan yang telah dilakukan dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Bima, saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada BPS yang telah mempersiapkan pelaksanaan sensus dengan melibatkan berbagai pihak di daerah. Pencanangan ini adalah awal dari kerja besar untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat Kota Bima dapat tercatat secara lengkap dan akurat,” ujarnya.
Menurut Sekda, pembangunan ekonomi yang kuat harus dimulai dari data yang benar, lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Tanpa data yang berkualitas, setiap upaya pembangunan akan berjalan tanpa arah yang jelas, ibarat berlayar tanpa peta,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik. Hasil sensus nantinya akan menjadi referensi penting dalam mendukung pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, hingga peningkatan iklim investasi di Kota Bima.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Bima, Tuti Juhaeti, S.ST., M.Si., menjelaskan bahwa pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara door to door di Kota Bima akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Sebanyak 131 petugas lapangan akan diterjunkan untuk mendatangi berbagai unit usaha dan pelaku ekonomi yang ada di Kota Bima,” jelasnya.
Ia menerangkan, sensus tersebut akan memotret kondisi ekonomi daerah secara menyeluruh, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan besar. Data yang dihimpun mencakup jumlah dan jenis usaha, skala usaha, tenaga kerja, persebaran sektor ekonomi, serta berbagai karakteristik usaha lainnya.
Menurutnya, data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam memetakan sektor-sektor yang tumbuh, sektor yang membutuhkan perhatian, wilayah yang memerlukan dukungan infrastruktur, hingga kelompok usaha yang perlu mendapatkan pembinaan dan akses pembiayaan.
Selain itu, data sensus juga akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan berbasis potensi wilayah. Setiap kecamatan di Kota Bima memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda, mulai dari sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, jasa, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif. “Dengan peta ekonomi yang jelas, intervensi pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Kota Bima mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang pasar, pemilik warung, pelaku usaha rumahan, koperasi, UMKM, hingga perusahaan besar untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus.
Ia juga meminta masyarakat memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas pendata.
“Jawaban masyarakat sangat berharga karena menjadi dasar pemerintah melihat kondisi ekonomi riil di lapangan,” ujarnya.
Sekda menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dalam memberikan data usahanya. Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, seluruh informasi yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan.
“Data Sensus Ekonomi tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun penindakan perizinan. Masyarakat tidak perlu ragu untuk memberikan data yang benar,” tegasnya.
Kepada para petugas lapangan, Sekda berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, kesabaran, dan profesionalisme.
“Sampaikan tujuan sensus dengan baik, catat setiap jawaban secara teliti, dan layani masyarakat dengan sikap santun. Profesionalisme harus menjadi pedoman utama,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Sekda menekankan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen daerah.
Ia mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, ketua RT, serta masyarakat Kota Bima untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus agar proses pendataan dapat berjalan lancar hingga menjangkau seluruh wilayah Kota Bima.
“Keberhasilan sensus ini akan menentukan kualitas data yang menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah ke depan. Karena itu, mari kita sukseskan bersama Sensus Ekonomi 2026 demi kemajuan Kota Bima yang lebih baik,” pungkasnya.