Wali Kota Bima Launching Tiga Program Unggulan Ponpes Baitul Ilmi pada Pelepasan Santri dan Pentas Seni
Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE menghadiri kegiatan Pelepasan dan Pentas Seni Pondok Pesantren Tahfidz Putri Baitul Ilmi, MTs Putri Baitul Ilmi, dan KB-TK IT Tahfidz Ilmi yang mengusung tema “Menabur Bintang dan Cahaya Kebangkitan”, Minggu (14/6/2026), bertempat di kompleks Ponpes Baitul Ilmi, Kelurahan Santi, Kota Bima.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bima didampingi Asisten III Setda Kota Bima Drs. H. M. Saleh, Kepala Dinas Dikpora beserta jajaran, Camat Mpunda, serta dihadiri para tokoh pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Momentum pelepasan santri dan siswa tahun ajaran 2025/2026 ini dirangkaikan dengan Launching Tiga Program Unggulan Ponpes Baitul Ilmi, yang mendapat apresiasi tinggi dari Wali Kota Bima. Berdasarkan laporan Pimpinan Ponpes Baitul Ilmi, Ustadzah Nely Ilmi Qoth’iyah, M.Psi., Psikolog, jumlah peserta yang dilepas tahun ini sebanyak 13 santri MTs Putri Baitul Ilmi dan 21 siswa KB-TK IT Tahfidz Ilmi.
Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Ponpes Baitul Ilmi, Ustadz Akbar Maulana, ST dan Ustadzah Nely Ilmi Qoth’iyah, M.Psi., Psikolog, atas dedikasi dan komitmennya dalam membangun pendidikan berbasis Al-Qur’an yang terus berkembang dan inovatif.
Menurut Wali Kota, tema “Menabur Bintang dan Cahaya Kebangkitan” sangat tepat menggambarkan semangat pendidikan yang sedang dibangun oleh Ponpes Baitul Ilmi.
“Bintang melambangkan harapan dan cita-cita, sedangkan cahaya melambangkan ilmu dan petunjuk hidup. Ketika anak-anak kita tumbuh dengan ilmu, akhlak, dan nilai-nilai Al-Qur’an, maka sesungguhnya kita sedang menyalakan cahaya kebangkitan bagi Kota Bima,” ujar Wali Kota.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota secara resmi meluncurkan tiga program unggulan Ponpes Baitul Ilmi yang dinilai sangat strategis dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.
Program pertama adalah BLQ (Bakti Lentera Qur’an) yang mengusung semangat dakwah dan pengabdian melalui Al-Qur’an. Menurut Wali Kota, program ini tidak hanya mendorong kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program kedua adalah B-Creative Baitul Ilmi, sebuah program yang berorientasi pada pengembangan kreativitas dan inovasi generasi muda. Wali Kota menilai langkah tersebut sangat visioner karena mampu menjawab tantangan era digital dan ekonomi kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Program ini menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Justru pesantren mampu melahirkan generasi Qur’ani yang kreatif, produktif, dan siap bersaing di berbagai bidang. Kreativitas yang dibangun di atas fondasi akhlak dan nilai Islam akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan daerah kita,” ungkapnya.
Sementara itu, program ketiga adalah Deklarasi Maja Labo Dahu Hafidz Cilik, yang memadukan nilai-nilai Al-Qur’an dengan kearifan lokal Bima. Wali Kota menyebut program tersebut sebagai langkah penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia sekaligus mencintai budaya daerah.
“Maja Labo Dahu merupakan falsafah hidup masyarakat Bima yang mengajarkan rasa malu dan takut kepada Allah dalam melakukan keburukan. Ketika nilai luhur ini dipadukan dengan pendidikan tahfidz sejak usia dini, maka kita sedang menanamkan benteng moral yang kuat bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” jelasnya.
Wali Kota berharap deklarasi tersebut dapat menjadi gerakan bersama untuk melahirkan hafidz-hafidz cilik yang berakhlak, santun, mencintai budaya daerah, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bima untuk terus mendukung kemajuan pendidikan, khususnya lembaga pendidikan Islam yang berperan besar dalam mencetak generasi beriman, berilmu, dan berkarakter sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.