Wali Kota Bima Serahkan Bantuan Saprodi kepada Kelompok Tani, Dorong Produktivitas Pertanian
Prokopim Kota Bima – Pemerintah Kota Bima menyerahkan bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) Tahun Anggaran 2026 kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kota Bima. Kegiatan berlangsung di Dinas Pertanian Kota Bima, Jalan Gindi, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE., didampingi oleh perwakilan Dandim 1608/Bima, Plt. Asisten I Setda Kota Bima, Kepala Dinas Pertanian, Camat Asakota, serta para penerima manfaat bantuan.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Kota Bima menyampaikan bahwa penyaluran bantuan Saprodi merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pemerintah Kota Bima dalam mendukung petani, khususnya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dukungan terhadap sarana produksi dinilai penting mengingat sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Penyerahan bantuan kemudian dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bima bersama jajaran kepada perwakilan kelompok tani dan dirangkaikan dengan sesi foto bersama.
Dalam sambutan dan arahannya, Wali Kota Bima menyampaikan rasa bahagia dapat hadir secara langsung di tengah masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan kepada para petani. Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian, para penyuluh pertanian, serta seluruh jajaran yang telah berperan dalam mendukung sektor pertanian di Kota Bima.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian sekaligus prioritas pemerintah kepada para petani. Meskipun pemerintah daerah saat ini menghadapi keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, dukungan kepada sektor pertanian tetap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.
“Bantuan ini untuk mengurangi beban petani. Saya berharap dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan bahwa bantuan Saprodi tidak boleh dipandang sekadar sebagai barang yang diserahkan dan selesai pada saat kegiatan berlangsung. Lebih dari itu, bantuan tersebut harus menjadi modal untuk meningkatkan hasil produksi, menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, hingga mendorong peningkatan pendapatan petani.
Wali Kota juga mengajak para petani untuk menyisihkan sebagian pendapatan yang diperoleh untuk menjadi muzakki, sehingga hasil usaha pertanian tidak hanya memberikan kesejahteraan bagi keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari keberkahan bagi masyarakat dan Kota Bima.
“Bantuan ini harus menjadi modal untuk menghasilkan produksi yang lebih baik, biaya produksi yang lebih efisien, produktivitas yang lebih tinggi, dan pendapatan petani yang lebih baik,” tegasnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bima yang maju, bermartabat dan berkelanjutan, dengan masyarakat yang semakin sejahtera serta ketahanan pangan yang semakin kuat.
Usai rangkaian penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan berbagai jenis bantuan sarana produksi pertanian oleh Wali Kota Bima bersama rombongan.