Tinjau Proposal Mall Hybrid, Tim Bank Indonesia NTB Kunjungi Kota Bima
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan kunjungan ke Kota Bima, Selasa (8/9/2026), dalam rangka peninjauan lapangan terhadap proposal pembangunan Mall Hybrid yang diajukan oleh Pemerintah Kota Bima.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Faudarita Umaida Ulfah, selaku Asisten Manajer/Analis Junior Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB. Sebelum melakukan peninjauan langsung ke calon lokasi pembangunan, rombongan diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME, di Kantor Wali Kota Bima. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala dan Sekretaris Bappeda, Kepala Dinas Perkimtan, Kepala Dinas Koperindag beserta Kepala Bidang, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Kepala Bidang pada DPMPTSP, serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Bima.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Sasambo Investment Challenge (SIC) 2026, sekaligus menjadi salah satu tahapan seleksi dan pendalaman terhadap proposal investasi yang telah diajukan. Berdasarkan surat Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB Nomor 28/969/Mtr/Srt/B tanggal 27 Agustus 2026 perihal Pelaksanaan Site Visit Proyek Investasi Sasambo Investment Challenge (SIC) 2026, BI bersama DPMPTSP dan Bappeda Provinsi NTB melaksanakan site visit ke tujuh lokasi proyek terbaik hasil kurasi SIC Tahun 2026.
Melalui site visit ini, tim BI melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi eksisting, potensi, kesiapan, serta berbagai aspek yang mendukung pengembangan proyek investasi. Peninjauan lapangan juga menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Bima untuk memberikan penjelasan dan informasi secara langsung terkait konsep, potensi, kebutuhan, serta kesiapan proyek Mall Hybrid kepada tim penilai.
Tahapan ini menjadi penting karena proposal yang dinilai memiliki kelayakan dan prospek investasi selanjutnya akan mendapatkan kesempatan untuk dipromosikan oleh Bank Indonesia kepada calon investor, baik investor dalam negeri maupun luar negeri. Promosi tersebut rencananya akan dilakukan dalam kegiatan summit yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Dengan demikian, keikutsertaan Kota Bima dalam SIC 2026 diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi masuknya investasi untuk mendukung realisasi pembangunan Mall Hybrid.
Setelah pertemuan di Kantor Wali Kota Bima, tim Bank Indonesia bersama jajaran Pemerintah Kota Bima kemudian melanjutkan kegiatan dengan melakukan peninjauan langsung ke calon lokasi pembangunan Mall Hybrid. Peninjauan ini menjadi bagian penting untuk melihat kondisi lapangan secara langsung sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi dan aspek teknis yang dapat menjadi bahan penyempurnaan proposal.
Pemerintah Kota Bima menyambut baik proses pendalaman yang dilakukan Bank Indonesia tersebut dan berkomitmen mendukung penyediaan data maupun informasi yang diperlukan. Pemerintah berharap proposal Mall Hybrid dapat melewati seluruh tahapan seleksi SIC 2026 dan selanjutnya memperoleh kesempatan untuk dipromosikan kepada calon investor dalam forum investasi tingkat nasional maupun internasional.
Kehadiran investasi Mall Hybrid di Kota Bima diharapkan tidak hanya menghadirkan pusat perdagangan dan jasa modern, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta memperkuat posisi Kota Bima sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Bima dan sekitarnya.