Wali Kota Bima Ikuti Vicon Rapat Koordinasi Bersama Gubernur NTB, Laporkan Krisis Air Bersih di 21 Kelurahan
Prokopim Kota Bima, 19 Oktober 2026 — Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E. mengikuti Video Conference (Vicon) Rapat Koordinasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal di Command Center Kota Bima, Rakor tersebut diikuti seluruh Bupati dan Wali kota se-NTB.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E. didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bima.
Gubernur NTB menekankan pentingnya pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi menghadapi berbagai isu yang berkembang. Menurutnya, isu-isu yang muncul belakangan perlu diantisipasi secara sistematis agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dalam pemaparannya, Kepala Bulog NTB menyampaikan bahwa ketersediaan stok beras di wilayah Nusa Tenggara Barat masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Pertamina NTB menjelaskan bahwa pasokan BBM di wilayah NTB didistribusikan melalui tiga depot, yakni Depot Ampenan, Depot Badas di Sumbawa, dan Depot Bima. Pasokan BBM didukung pengiriman dari Manggis dan Tuban, dengan koordinasi distribusi yang terus dilakukan untuk menjaga kelancaran suplai ke seluruh wilayah.
Berdasarkan laporan Pertamina, ketahanan stok berbeda untuk setiap produk, dengan perkiraan empat hari untuk Pertalite dan 30 hari untuk Biosolar. Sementara itu, stok LPG dilaporkan berada pada kisaran empat hari.
Untuk memastikan kelancaran distribusi BBM, Pertamina melakukan pemantauan stok di SPBU dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang persediaannya mulai menipis, terutama yang berada di jalur lintas, kawasan perkotaan, dan jalur pariwisata.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., menyampaikan kondisi kekeringan dan krisis air bersih yang melanda wilayah Kota Bima. Ia melaporkan bahwa Pemerintah Kota Bima telah menetapkan status tanggap darurat, menyusul krisis air bersih yang berdampak pada 21 kelurahan.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama BPBD, Pemerintah Kota Bima terus melakukan langkah penanganan, termasuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di seluruh kelurahan terdampak. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga meminta konfirmasi dan dukungan Pertamina terkait bantuan BBM untuk menunjang kelancaran distribusi air bersih.
Selain persoalan kekeringan, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa kondisi pangan di Kota Bima relatif aman. Penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat kepada masyarakat juga masih terus berlangsung sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok warga.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama pemerintah kabupaten/kota, Bulog, dan Pertamina terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dan energi serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.