Wakil Wali Kota Bima Hadiri Safari Ramadhan 1447 H Bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB

Prokopim Kota Bima, 4 Maret 2026 – Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, mengajak jajaran Kementerian Agama untuk berperan aktif dalam menangkal ujaran kebencian, hoaks, serta konflik horizontal di tengah masyarakat. Ajakan ini disampaikan pada kegiatan Safari Ramadan Pembinaan Aparatur Sipil Negara dan Guru-guru Madrasah Swasta Kemenag se-Kota Bima, yang berlangsung di Masjid Babul Ilmi MAN 2 Kota Bima, Rabu malam (4/3/2026). 

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat beserta seluruh jajaran dalam pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Kemenag Kota Bima. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Kemenag selama ini telah menjadi landasan penting dalam membina akhlak masyarakat.

Namun, Wawali juga menyoroti tantangan baru yang muncul di era digital, di mana kemudahan akses informasi sering kali diikuti munculnya ujaran kebencian, hoaks, dan caci maki yang dapat memicu konflik antarsesama. Untuk itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan tersebut. 

“Peran serta seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dari keluarga besar Kementerian Agama,” tegas Wakil Wali Kota. Ia mendorong Kemenag untuk memperkuat moderasi beragama, mengkampanyekan literasi digital, mendorong budaya tabayyun (verifikasi informasi), memberdayakan penyuluh agama, dan bersinergi dengan tokoh agama serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). 

Wakil Wali Kota juga mengajak generasi muda untuk menjauhi hal-hal yang bersifat merugikan seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan konflik horizontal, karena hal tersebut hanya akan membawa dampak negatif bagi masa depan bangsa. 

Sementara itu, Kepala Wilayah Kemenag NTB, Zamroni Aziz, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dipilih dilaksanakan di Kota Bima karena wilayah ini dikenal sebagai daerah yang damai dan memiliki sumber daya manusia unggul. Ia berharap keluarga besar Kemenag menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni umat dan martabat daerah Bima.

Acara diakhiri dengan pesan bersama bahwa keamanan, kerukunan, dan perdamaian di Kota Bima merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat luas.