Wakil Wali Kota Bima Sambut Baik Kolaborasi MUI dalam Penguatan Pembinaan Umat dan Pencegahan Masalah Sosial
Prokopim Kota Bima, 30 Juli 2026 – Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, menerima audiensi dan silaturahmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Kamis (30/7). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para ulama dalam menjaga ketahanan sosial serta memperkuat pembinaan umat di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Turut mendampingi Wakil Wali Kota dalam pertemuan tersebut, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan, dan SDM, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bima, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bima.
Dalam audiensi tersebut, jajaran MUI Kota Bima menyampaikan hasil Rapat Koordinasi MUI Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama MUI kabupaten/kota se-NTB yang membahas berbagai isu strategis kemasyarakatan, di antaranya fenomena LGBT, penyalahgunaan narkoba, serta judi online yang dinilai memerlukan perhatian dan penanganan bersama melalui pendekatan yang komprehensif.
Selain itu, MUI juga menyampaikan pentingnya penyelarasan visi dan misi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah di semua tingkatan. MUI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan, harapan, serta arah kebijakan nasional maupun daerah kepada masyarakat melalui jaringan para dai dan mubalig yang berada di bawah naungan MUI.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas perhatian serta komitmen MUI Kota Bima dalam mendukung pemerintah menghadapi berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan ulama merupakan kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Atas nama Pemerintah Kota Bima, kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian MUI yang terus hadir sebagai mitra pemerintah dalam membina umat sekaligus membantu memberikan edukasi kepada masyarakat. Sinergi ini menjadi modal penting untuk menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Wakil Wali Kota.
Wakil Wali Kota juga menyoroti tantangan di era keterbukaan informasi dan pesatnya perkembangan media sosial yang membuat arus informasi bergerak begitu cepat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan maupun memicu keresahan sosial.
Ia menegaskan bahwa upaya menghadapi berbagai persoalan sosial harus lebih mengedepankan langkah-langkah preventif dan edukatif melalui penguatan literasi, pembinaan moral, serta penyampaian dakwah yang menyejukkan dan membangun kesadaran masyarakat.
Pemerintah Kota Bima, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bersama MUI dalam mengamplifikasi berbagai program pemerintah serta menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat. Kehadiran para dai dan tokoh agama diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam memperkuat persatuan, membangun optimisme, serta mendukung terwujudnya masyarakat Kota Bima yang religius, aman, dan sejahtera.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Bima dan MUI Kota Bima untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, berkarakter, serta memiliki ketahanan sosial yang kuat melalui pendekatan preventif, edukatif, serta persuasif menyesuaikan dengan nilai - nilai kearifan lokal.