Asisten II Bahas Rencana Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Bersama Anggota DPR RI dan KSOP Bima

Prokopim Kota Bima, 31 Juli 2026  —  Asisten II Setda Kota Bima Drs. H. Supratman, M.AP., mengikuti rapat tindak lanjut terkait pengembangan fasilitas Pelabuhan (Faspel) Kota Bima yang berlangsung di Aula Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bima, didampingi Kepala OPD yang Mendapat Undang, jajaran KSOP dan sejumlah pemangku kepentingan.

Pertemuan ini membahas langkah percepatan pengembangan fasilitas Pelabuhan Bima yang dinilai sudah tidak lagi mampu mengimbangi tingginya aktivitas bongkar muat barang. Kondisi tersebut berdampak pada antrean kapal, terganggunya distribusi logistik, hingga berkurangnya kunjungan kapal ke Pelabuhan Bima.

Kepala KSOP Kelas IV Bima, M. Junaidi, menjelaskan bahwa usulan pemindahan Pelabuhan Bima yang telah diajukan sejak tahun 2026 belum menunjukkan perkembangan. Karena itu, pihaknya kini memfokuskan perhatian pada pengembangan pelabuhan yang ada melalui penambahan fasilitas dermaga.

Menurutnya, kapasitas dermaga saat ini sangat terbatas dan hanya mampu melayani dua kapal berkapasitas sekitar 8.000 ton. Selain itu, kondisi alur pelayaran yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dari dua sungai yang mengapit kawasan pelabuhan turut menghambat aktivitas pelayaran. KSOP pun mengusulkan pembangunan tambahan dermaga dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp400 miliar serta mengharapkan dukungan Pemerintah Kota Bima, khususnya dalam bentuk rekomendasi untuk memperkuat pengajuan kepada pemerintah pusat.

Anggota Komisi V DPR RI, H. Mori Hanafi, yang turut hadir dalam pembahasan tersebut menyatakan komitmennya untuk mengawal pengembangan Pelabuhan Bima. Menurutnya, pembangunan pelabuhan baru memang membutuhkan anggaran yang sangat besar, sehingga pengembangan pelabuhan yang ada saat ini menjadi solusi yang lebih realistis dan dapat segera diperjuangkan.

Ia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar alokasi anggaran pengembangan pelabuhan dapat direalisasikan, mengingat Pelabuhan Bima memiliki peran strategis sebagai jalur utama distribusi barang dan penggerak perekonomian daerah.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP., menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan fasilitas Pelabuhan Bima. Menurutnya, keterbatasan fasilitas pelabuhan selama ini turut memengaruhi kelancaran distribusi barang dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat

“Pelabuhan merupakan gerbang pengembangan ekonomi Kota Bima, Mohon terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Bima. Insyaallah kami siap membantu, karena ini merupakan permasalahan bersama yang harus kita selesaikan demi kelancaran distribusi barang dan kemajuan daerah.,” ujar Supratman.

Ia juga mengapresiasi komitmen Anggota Komisi V DPR RI H. Mori Hanafi yang dinilai konsisten memperjuangkan berbagai program strategis bagi Kota Bima, termasuk pengembangan infrastruktur pelabuhan sebagai salah satu sektor vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.