Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI Bersama FKGK, Wali Kota Bima Tekankan Pentingnya Merawat Persaudaraan

Kota Bima – Semangat kebangsaan dan kerukunan mewarnai pelaksanaan Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama Forum Kerukunan Gereja Kristen (FKGK) Kota Bima, yang berlangsung di Aula Kodim 1608/Bima, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE., bersama Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH., unsur Forkopimda Kota Bima, serta jajaran Pemerintah Kota Bima. Turut hadir Kepala Bakesbangpol, sejumlah Kepala OPD, jajaran Kodim 1608/Bima, pengurus FKGK, para pemimpin dan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta umat Kristiani dan masyarakat Kota Bima.

Kegiatan diawali dengan sambutan Dandim 1608/Bima yang menyampaikan bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk terus mensyukuri kemerdekaan sekaligus mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan. Semangat tersebut sejalan dengan tema persatuan, bahwa dengan bersatu Indonesia dapat terus bergerak menuju bangsa yang berdaulat, adil dan makmur.

Sementara itu, Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Doa Kebangsaan memiliki makna yang sangat dalam karena bukan sekadar momentum memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat persaudaraan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman. 

Menurut Wali Kota, Indonesia tidak dibangun oleh satu agama, suku, kelompok maupun golongan, melainkan oleh keberagaman yang memilih untuk bersatu. Karena itu, Kota Bima sebagai bagian dari Indonesia harus terus menjaga semangat persatuan tersebut.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada FKGK Kota Bima atas terselenggaranya Doa Kebangsaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa gereja dan umat Kristiani tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan kebangsaan. Doa untuk bangsa, kedamaian dan kerukunan menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Indonesia. 

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan Kota Bima tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk hidup berdampingan dengan saling menghormati. Hal tersebut sejalan dengan tema pembangunan Kota Bima, yakni “Kota Bima Maju, Bermartabat dan Berkelanjutan.” 

Atas kontribusi FKGK dalam menjaga kehidupan sosial dan kerukunan umat beragama, Wali Kota menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Apresiasi juga disampaikan kepada Kodim 1608/Bima yang telah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. 

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, Kota Bima agar semakin aman dan sejahtera, serta generasi muda agar tumbuh menjadi generasi cerdas, berkarakter dan mampu menghargai perbedaan.

“Kita boleh berbeda dalam cara berdoa, tetapi doa kita dapat bertemu pada satu harapan, yaitu Indonesia yang damai dan sejahtera,” pesan Wali Kota. 

Kegiatan Doa Kebangsaan tersebut menjadi momentum memperkuat toleransi, persaudaraan dan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kota Bima dalam mengisi kemerdekaan serta menjaga persatuan dan kerukunan di daerah.