Literasi Digital di Kota Bima, Wali Kota: Jangan Sampai Jempol Lebih Cepat dari Pikiran

Prokopim Kota Bima, 2026 – Pemerintah Kota Bima bersama Nusantara TV dan BAKTI Komdigi menggelar Sosialisasi dan Edukasi Literasi Digital dengan tema “Bijak Berkonektivitas”, bertempat di Kantor Kecamatan Rasana’e Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E., didampingi jajaran Komdigi, Sekda, perwakilan FKPD, Kepala Dinas Kominfotik, Camat Rasana’e Barat, serta para Lurah se-Kecamatan Rasana’e Barat.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Kemudian sambutan Divisi Layanan Teknologi Informasi Pemerintah, Faisal Arman Syam, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting mengingat masyarakat tidak dapat terlepas dari perkembangan teknologi dan media digital.

Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan terhadap anak-anak di bawah umur dalam mengakses konten digital, termasuk pentingnya pengawasan orang tua agar anak mendapatkan konten yang layak dan edukatif.

Wali Kota Bima dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Nusantara TV dan BAKTI Komdigi yang telah memilih Kota Bima, khususnya Kecamatan Rasana’e Barat, sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia berharap kolaborasi tersebut terus dibangun untuk menghadirkan kegiatan edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Wali Kota menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital memberikan banyak kemudahan, mulai dari komunikasi, akses informasi, pendidikan, pekerjaan hingga pengembangan UMKM. Namun, masyarakat juga harus mampu menghadapi berbagai tantangan di ruang digital. “Tidak semua informasi di internet benar, tidak semua konten layak dipercaya, dan tidak semua yang viral berarti benar. Karena itu, masyarakat harus menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, etis dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Wali Kota, makna “Bijak Berkonektivitas” adalah cerdas sebelum membagikan, kritis sebelum mempercayai, santun sebelum berkomentar, dan bertanggung jawab atas setiap jejak digital. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kebenaran dan sumber informasi sebelum menyebarkannya guna mencegah hoaks, ujaran kebencian, penipuan digital, perundungan siber, serta berbagai kejahatan di ruang digital. “Jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran kita,” pesannya.

Wali Kota berharap transformasi digital tidak hanya membuat masyarakat semakin terkoneksi, tetapi juga semakin produktif dan sejahtera. Anak-anak muda didorong memanfaatkan internet untuk belajar dan berkarya, pelaku UMKM mengembangkan pemasaran digital, serta aparatur pemerintah meningkatkan pelayanan publik melalui teknologi. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi dan edukasi literasi digital, serta diakhiri dengan foto bersama.