Wakil Wali Kota Bima Terima Audiensi APJATI Bima-Dompu, Bahas Penguatan Pelatihan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Prokopim Kota Bima, 28 Oktober 2026 – Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, S.H., menerima silaturahmi dan audiensi Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Bima-Dompu di ruang kerja Wakil Wali Kota Bima, Rabu (28/10/2026). Pertemuan ini membahas penguatan pelatihan, peningkatan kompetensi calon tenaga kerja, serta upaya mencegah penempatan pekerja migran Indonesia melalui jalur ilegal.
Audiensi tersebut turut didampingi Staf Ahli Wali Kota Bima Bidang Kesra, Kemasyarakatan, dan SDM dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bima. Dalam pertemuan itu, APJATI menyampaikan komitmennya untuk membantu pemerintah daerah menekan angka pengangguran sekaligus mengapresiasi upaya Pemkot Bima dalam membuka peluang kerja ke luar negeri, termasuk melalui kerja sama dengan pihak Jepang.
APJATI menilai terbukanya peluang kerja perlu diimbangi dengan kesiapan calon tenaga kerja, ketersediaan pelatihan yang memadai, dan proses penempatan sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu kendala yang disampaikan adalah terbatasnya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang aktif di Kota Bima, termasuk keterbatasan fasilitas dan gedung pelatihan. APJATI berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian terhadap pengembangan LPK serta kejelasan payung hukum bagi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan menyambut baik masukan APJATI dan menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan membutuhkan koordinasi serta komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, setiap program perlu direncanakan secara matang dan disesuaikan dengan program serta penganggaran pada perangkat daerah terkait agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi, pembinaan, dan pendampingan bagi calon pekerja untuk mencegah keberangkatan melalui jalur ilegal. Pemerintah, lanjutnya, terbuka terhadap komunikasi lebih lanjut guna membahas kendala pengembangan pelatihan kerja dan mencari langkah penanganan yang sesuai dengan mekanisme perencanaan daerah.
Melalui audiensi ini, Pemerintah Kota Bima berharap sinergi bersama APJATI dan para pemangku kepentingan semakin kuat dalam memperluas peluang kerja, meningkatkan kualitas calon tenaga kerja, serta mendorong penempatan pekerja migran yang aman, resmi, dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, kesempatan kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal sekaligus memberikan perlindungan bagi calon pekerja migran.