Wali Kota Bima Menyerahkan Bantuan 35 Unit Rombong dan 2 Unit Kompressor Angin Kepada UMKM dan PKL di Kota Bima

Prokopim Kota Bima – Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, menyerahkan bantuan 35 rombong Pedagang Kaki Lima (PKL) dan 2 Unit Kompressor Angin kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Bima dalam sebuah acara penyerahan yang digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Ama Hami, Kota Bima, Senin (5/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Setda Kota Bima, kepala perangkat daerah terkait, camat dan lurah, serta para pelaku UMKM dan PKL penerima bantuan. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bima dalam memperkuat sektor UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa UMKM dan PKL merupakan urat nadi perekonomian Kota Bima yang telah terbukti tangguh dan mampu bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program-program yang berpihak langsung kepada pelaku usaha kecil.

“Bantuan rombong PKL ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi wujud nyata kehadiran dan keberpihakan pemerintah agar pelaku UMKM dapat berusaha dengan lebih layak, lebih bersih, dan lebih tertata,” ujar Wali Kota.

Wali Kota berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun konsumen. Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya komitmen para penerima bantuan untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan kota sejalan dengan semangat Gerakan Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri).

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengungkapkan bahwa kondisi fiskal daerah pada tahun 2026 mengalami keterbatasan akibat penurunan dana transfer ke daerah. Meski demikian, Pemerintah Kota Bima tetap memprioritaskan program-program yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi rakyat.

“Menguatkan UMKM berarti menguatkan ekonomi keluarga dan ekonomi Kota Bima. Dalam keterbatasan anggaran, program pemberdayaan masyarakat tetap menjadi perhatian utama pemerintah,” tegasnya.

Kepada para pelaku UMKM penerima bantuan, Wali Kota mengajak untuk memanfaatkan dan merawat rombong yang diberikan dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kualitas produk, menjunjung kejujuran dalam berdagang, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada pelanggan.

Acara penyerahan bantuan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat dan penguatan usaha bagi pelaku UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Bima.