Lomba Posyandu 6 SPM, Wali Kota Bima Tekankan Penguatan Posyandu sebagai Pusat Pelayanan Dasar Terintegrasi
Prokopim Kota Bima – Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 di Posyandu Rontu II, Kelurahan Rontu, Selasa (3/11/2026). Tim penilai dipimpin oleh Teguh Gatot Yuwono, S.Hut., M.Eng., bersama 12 orang anggota tim penilai.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Posyandu oleh kader Posyandu Rontu II, dilanjutkan pembacaan kalam ilahi dan doa bersama. Selanjutnya, Lurah Rontu menyampaikan profil Kelurahan Rontu serta berbagai inovasi yang dikembangkan Posyandu Rontu II. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para kepala OPD, Camat Raba, Lurah se-Kecamatan Raba, Kepala Puskesmas Penanae, perwakilan TP PKK Kota Bima, pengurus TP Posyandu kecamatan dan kelurahan, Ketua RT/RW, kader, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutan selamat datang, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa Posyandu saat ini telah bertransformasi, tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan balita, tetapi menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat yang strategis melalui pendekatan integratif enam bidang SPM. Keenam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).
Wali Kota juga menyampaikan bahwa Kota Bima memiliki 175 Posyandu yang didukung oleh 880 kader dengan dedikasi dan pengabdian tinggi. Pemerintah Kota Bima berkomitmen memberikan perhatian terhadap kesejahteraan kader melalui pemberian insentif yang memadai, karena keberadaan kader merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan kualitas pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa keikutsertaan dalam lomba bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, melainkan menjadi momentum evaluasi dan pembelajaran dalam meningkatkan mutu pelayanan. Ia berharap penilaian ini dapat memberikan masukan dan rekomendasi bagi pengembangan Posyandu, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesehatan, tumbuh kembang, dan kualitas hidup keluarga.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Teguh Gatot Yuwono, S.Hut., M.Eng., menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sambutan serta kesiapan Pemerintah Kota Bima dan masyarakat Kelurahan Rontu dalam menerima tim penilai. Ia menjelaskan bahwa ke depan, penilaian Posyandu diharapkan semakin memperhatikan kesinambungan pelaksanaan program dari tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan dan kelurahan. Artinya, capaian dan program yang dilaporkan harus selaras dengan kondisi serta pelaksanaan nyata di lapangan.
Ia juga menekankan bahwa penilaian tidak hanya berorientasi pada kelengkapan dokumen administrasi, tetapi lebih jauh melihat bagaimana tata kelola dan pelaksanaan program benar-benar diterapkan. Bukti kinerja harus dapat ditunjukkan melalui kegiatan, pelayanan, inovasi, serta manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Usai pelaksanaan kegiatan dan foto bersama, agenda dilanjutkan dengan peninjauan langsung serta penilaian terhadap lokasi Posyandu Rontu II oleh Tim Penilai Provinsi NTB. Dalam proses tersebut, tim melakukan penilaian terhadap tujuh dokumen instrumen penilaian serta sejumlah aspek pelaksanaan Posyandu 6 SPM, meliputi Pemerintah Desa/Kelurahan, Tim Pembina Posyandu, Pengurus Posyandu, Kader Posyandu, serta SIP. Penilaian ini menjadi bagian penting untuk melihat secara langsung kesiapan, tata kelola, dan kualitas penyelenggaraan Posyandu dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Melalui penilaian ini, Pemerintah Kota Bima berharap Posyandu Rontu II dapat terus mengembangkan inovasi dan memperkuat pelayanan berbasis enam SPM. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi dorongan untuk menghadirkan pelayanan dasar yang semakin berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat.